ANALISIS PERTANDINGAN FINAL EUROPA LEAGUE (Manchester United vs Villareal)

Manchester United dalam posisi bangun serangan/build up
Lindelof dan Baily melebar, Villareal merespon bermain dengan midfield pressing

Musim depan tatap dengan masa depan yang lebih baik dari sebelumnya

gambar 1.0 Villareal bertahan dengan compact/rapat


Gambar 2.0 Manchester United positional play

Villareal menutup ruang antar lini tengah/compact dan penggunaan Zonal marking yang ketat.

Pemain Manchester United susah meningkatkan progresi terutama Bruno dan Pogba. 2v2 di area central


Babak kedua Manchester United berubah, mereka bermain lebih cepat, overload di sisi sayap. Mc Tominay yang awalnya bermain ke dalam di lini kedua babak pertama, ia lebih melebar di babak kedua.

 Membantu Pogba dan Bruno, sehingga/kiranya yang cover di belakang ada masih ada pemain. Gol MU berasal dari bola liar gagal antisipasi tendangan dari pemain Villareal, Cavani berada di depan kotak penalti dan mendapatkan peluang lalu dikonversinya menjadi gol. Babak pertama penguasaan bola 37-63 MU unggul, karena Villareal lebih bertahan. Villareal sebelumnya hanya bermain bertahan, karena mereka ingin bermain transisi cepat ke menyerang serangan balik.


Gambar 3.0 Manchester United sitausi tertekan

Pernyataan ini sudah dibantah oleh Unai Emery, Saya akan menerapkan 4-4-2 pressing di tengah, guna mempersulit pemain Manchester United buat progresi. Saya juga mengingatkan kepada pemain, apabila kita gagal melakukan counter, kita akan mencetak gol dan menciptakan peluang lewat skema set-piece/bola mati. Ya, betul, gol pertama Villareal lewat skema set-piece. Gol yang dicetak oleh Gerarrd Moreno pada menit 29.

 Poin lain yang juga penting untuk selalu dipahami adalah, kreativitas, berdasarkan The Investment Theory-nya Stenberg, juga termasuk pengambilan keputusan. Dan, karenanya, pandangan bahwa kreativitas adalah juga pengambilan keputusan (decision-making) membuat kreativitas menjadi sebuah elemen yang sangat dapat diperbaiki dan dikembangkan melalui latihan, tanpa melupakan keharusan untuk memiliki faktor penguat lain demi solusi yang unik dan kontekstual.

 Aksi-aksi di atas merupakan contoh aksi cepat motorik yang mengundang decak kagum, tidak terduga, sekaligus memberikan keuntungan taktis. Apakah contoh-contoh tersebut  merupakan aksi-aksi yang baru pertama kali dipraktikan? Tidak. Apakah ada pemain lain yang pernah mempraktikan sebelumnya? Ada.

Walaupun sudah pernah dilakukan oleh pemain lain, apa yang ditampilkan oleh Scholes, Totti, dan Iniesta termasuk dalam aksi kreatif. Ada kreativitas taktik di dalamnya. Ada orisinalitas di dalamnya.

 Kesimpulannya .MU sulit buat bongkar pertahanan Villareal, karena kurangnya kreativitas.

Komentar