ANALISIS PERTANDINGAN FINAL EUROPA LEAGUE (Manchester United vs Villareal)
Musim depan tatap dengan masa depan yang lebih baik dari sebelumnya
Villareal menutup ruang antar lini
tengah/compact dan penggunaan Zonal marking yang ketat.
Pemain Manchester United susah meningkatkan progresi terutama Bruno dan Pogba. 2v2 di area central
Babak kedua Manchester United berubah,
mereka bermain lebih cepat, overload di sisi sayap. Mc Tominay yang awalnya
bermain ke dalam di lini kedua babak pertama, ia lebih melebar di babak kedua.
Membantu Pogba dan Bruno, sehingga/kiranya yang cover di belakang ada masih ada pemain. Gol MU berasal dari bola liar gagal antisipasi tendangan dari pemain Villareal, Cavani berada di depan kotak penalti dan mendapatkan peluang lalu dikonversinya menjadi gol. Babak pertama penguasaan bola 37-63 MU unggul, karena Villareal lebih bertahan. Villareal sebelumnya hanya bermain bertahan, karena mereka ingin bermain transisi cepat ke menyerang serangan balik.
Pernyataan ini sudah dibantah oleh Unai
Emery, Saya akan menerapkan 4-4-2 pressing di tengah, guna mempersulit pemain
Manchester United buat progresi.
Aksi-aksi di atas merupakan contoh aksi cepat motorik yang mengundang decak kagum, tidak terduga, sekaligus memberikan keuntungan taktis. Apakah contoh-contoh tersebut merupakan aksi-aksi yang baru pertama kali dipraktikan? Tidak. Apakah ada pemain lain yang pernah mempraktikan sebelumnya? Ada.
Walaupun sudah pernah dilakukan oleh pemain
lain, apa yang ditampilkan oleh Scholes, Totti, dan Iniesta termasuk dalam aksi
kreatif. Ada kreativitas taktik di dalamnya. Ada orisinalitas di dalamnya.
Kesimpulannya .



Komentar
Posting Komentar